Perbedaan DTF dan DTG

Perbedaan DTF dan DTG

Ada beberapa perbedaan dari jenis sablon kaos DTF dan DTG yang harus kamu tahu agar hasil sablon seragam reunian sesuai dengan keinginan.

DTF

Teknik sablon DTF mungkin sekilas serupa dengan teknik sablon menggunakan kertas transfer. Bedanya, proses pencetakan menggunakan kertas film yang kemudian ditaburi dengan bubuk lem guna memperkuat hasil sablon.  Kemudian, tinta akan dilelehkan menggunakan hot gun dan dilanjutkan dengan proses press di permukaan kaos. Teknik yang satu ini cukup unik dan bervariatif. Beberapa tempat sablon kaos bagus di Jakarta menggunakan mesin cetak datar sedangkan yang lainnya memanfaatkan mesin cetak putar. Ada banyak pilihan bahan yang bisa disablon dengan teknik cetak DTF mulai dari cotton, scuba, TC, polyester, dan bahan berserat lain. Kualitas sablon tidak mudah retak, elastis, serta kuat. Warna hasil sablon tidak akan mudah luntur namun terlihat lebih pekat. Seperti hasil sablon DTG, kaos yang disablon dengan teknik DTF juga terasa halus saat diraba.

DTG

DTG sedang populer di dunia percetakan saat ini. Proses pencetakan menggunakan teknik sablon ini dinilai cukup mudah dan cepat sehingga lebih efisien. Proses sablon dengan DTG menggunakan proses cetak langsung di atas permukaan bahan.  Agar kualitas warna tidak berubah, maka kaos akan dikeringkan dengan hotgun setelah proses pencetakan selesai. Untuk memperkuat tinta, hasil sablon akan diberikan Epoxy sehingga semakin menempel kuat.  Sayangnya tidak semua jenis kaos cocok menggunakan teknik sablon satu ini. Beberapa bahan yang cocok dengan teknik sablon DTF adalah cotton, viscose, dan polyester. Jika kamu ngotot ingin menggunakan DTF di bahan lain, maka hasilnya tidak akan maksimal.  Salah satu ciri hasil sablon DTF adalah teksturnya yang halus saat kamu merabanya. Sebaiknya, kaos disablon dengan gramasi 30s/40s untuk menghasilkan cetakan yang tidak mengikuti pori-pori kaos.

wa